Bakukah kata Pebruari dan frase?

Bahasa baku dalam bahasa Indonesia memang sangat banyak dan beragam. Bahasa mengalami perubahan dan penyesuaian sesuai dengan keadaan dan kondisi masyarakat dimana bahasa tersebut berkembang. Bahasa tersebut dipakai menurut keperluannya masing-masing. Salah satu kata dalam bahasa Indonesia yang sering digunakan adalah kata Pebruari dan frase. Apakah benar kedua kata ini (Pebruari dan frase) sudah merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia. Dalam perkembangan bahasa dapat diketahui bahwa bahasa baku bahasa Indonesia banyak menyerap kata dari berbagai kata dari bahasa lain, baik dari bahasa daerah dan bahasa asing. Kosa kata daerah dan kosa kata asing tersebut dapat berasal dari bahasa Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, dan Inggris. Pembahasan mengenai kata Pebruari dan frase akan di bahas dalam artikel ini.

Apakah sudah baku kata Pebruari yang sering terpampang dalam kalender setiap tahunnya. Yang baku yang sesungguh dalam bahasa Indonesia adalah Februari bukan Pebruari. Karena kata Februari merupakan serapan dari kata bahasa Belanda Februari, atau dari kata bahasa Inggris February. Perlu diperhatikan bahwa huruf konsonan [f] pada kata asing itu tidak berubah setelah kata tersebut di serap ke dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kata yang baku ialah Februari. Di samping ada penggantian huruf [f] dengan konsonan [p], kata Pebruari tidak baku karena kurang mencerminkan sikap kecendikiaan. Kata Februari berarti “bulan kedua dalam tahun Masehi”.

Sedangkan kata frase yang sering digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah juga harus ditinjau kebakuaanya. Berikut ini penjabaran kata yang baku yang seharusnya berkaitan dengan kata frase. Kata yang baku dalam bahasa Indonesia adalah frasa. Kata frasa merupakan serapan dari kata bahasa Belanda, phrase atau dari kata bahasa Inggris, phrase. Penyerapan tersebut dengan cara mengganti gabungan huruf konsonan [ph] dengan [f] dan mengganti huruf vokal [e] dengan huruf vokal [a], sehingga terbentuklah kata frasa. Hal ini mengingatkan kita kepada kata kurva sebagai kata baku merupakan serapan dari kata bahasa Inggris curve atau dari kata bahasa Belanda curve, kata metamorfosa sebagai kata baku merupakan serapan kata bahasa Belanda, metamorphose, dan kata adjektiva sebagai kata baku merupakan serapan dari kata bahasa Inggris adjective atau dari kata bahasa Belanda adjectief. Atas dasar pertimbangan itu, kata yang baku ialah frasa. Karena ada penggantian huruf [a] dengan huruf vocal [e], kata frase tidak baku. Kata frasa mengandung arti “gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif”.

Maka dapat diketahu bahwa yang baku dalam bahasa Indonesia adalah kata Februari dan frasa, bukan kata Pebruari dan frase. Semoga kita dapat selalu menggunakan dan belajar bahasa baku ini, sehingga kita dapat menggunakan bahasa dengan baik dan benar, baik bahasa lisan dan tulis. Sehingga pada akhirnya kita akan selalu terbiasa menggunakan bahasa tersebut dalam lingkungan akademik dan formal. Diharapkan hakikat dan derajat bahasa Indonesia semakin baik sebagai bahasa ilmiah dengan semakin banyak orang faham dan mengerti bahsa baku dalam bahasa Indonesia.

Erwan Kustriyono

Mahasiswa PBI Pascasarjana

UNS Surakarta