Latest Entries »

sejarah perkembangan linguistik dan aliran-aliran linguistik memiliki beberapa masa dan zaman. Selain itu disetiap zaman ada tokoh yang menjadi tokoh sejarah dalam perkembangan linguistik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat http://www.scribd.com/doc/142277512/SEJARAH-PERKEMBANGAN-LINGUISTIK#scribd

Iklan

Ilmu linguistik selalu berkembang dan mengikuti budaya dan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan ilmu linguistik tidak lepas dari peran beberapa tokoh yang berpengaruh dalam dunia linguistik. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah perkembangan linguitik adalah Ferdinand de Saussure. Beliau adalah tokoh yang berpengaruh dalam linguistik struktural atau linguistik modern. Dalam sejarah perkembangannya, linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran, paham, pendekatan, dan tekinik penyelidikan yang dari luar tampaknya sangat ruwet, saling berlawanan, dan membingungkan, terutama bagi pemula. Namun, sebenarnya semuanya itu akan menambah wawasan kita terhadap bidang dan kajian linguistik. Sejarah linguistik memang sangat menarik untuk dikaji dan didalami. Dengan mempelajari sejarah tentang linguistik akan membawa setiap peminatnya untuk menjelajah dunia dan tokoh-tokoh yang sangat berpenagruh dalam dunia linguistik. Salah satu tokoh tersebut adalah Ferdinand de Saussureferdinand-de-saussure-en-correccin-1-638

1. Artikel (Linguistik atau ilmu bahasa)
Ilmu bahasa atau linguistik mengalamai perkembangan pesat. Perkembangan tersebut diikuti oleh pertanyaan-pertanyaan peminatnya berkaitan dengan bahasa. Pertanyaan tersebut mendasar kepada sifat atau ciri dasar dari bahasa. Ada banyak versi yang berbicara berkaitan dengan bahasa. Inti dari semua pertanyaan dan pendapat tersebut bahawa bahasa berkaitan dengan komunikasi atau alat komunikasi. Maka objek dari linguistik atau ilmu bahasa adalah bahasa itu sendiri yang digunakan untuk berkomunikasi. Seperti yang dikemukakan oleh Kridalaksana (1983) “Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri”. Oleh karena itu, bahasa tidak pernah lepas dari manusia, dalam arti, tidak ada kegiatan manusia yang tidak disertai bahasa. Definisi bahasa dari Kridalaksana sejalan dengan definisi mengenai bahasa dari beberapa pakar lain, didapatkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa. Sifat atau ciri itu antara lain, adalah: (1) Bahasa sebagai sistem, (2) Bahasa sebagai lambang, (3) Bahasa adalah bunyi (4) Bahasa itu bermakna (5) Bahasa itu arbitrer, (6) Bahasa itu konvensional, (7) Bahasa itu produktif, (8) Bahasa itu unik, (9) Bahasa itu universal, (10) Bahasa itu dinamis, (11) Bahasa itu bervariasi, dan (12) Bahasa itu manusiawi. Jika dicermati dari dua belas sifat atau ciri bahasa, maka bahasa tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat.

 

Bakukah kata Pebruari dan frase?

Bahasa baku dalam bahasa Indonesia memang sangat banyak dan beragam. Bahasa mengalami perubahan dan penyesuaian sesuai dengan keadaan dan kondisi masyarakat dimana bahasa tersebut berkembang. Bahasa tersebut dipakai menurut keperluannya masing-masing. Salah satu kata dalam bahasa Indonesia yang sering digunakan adalah kata Pebruari dan frase. Apakah benar kedua kata ini (Pebruari dan frase) sudah merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia. Dalam perkembangan bahasa dapat diketahui bahwa bahasa baku bahasa Indonesia banyak menyerap kata dari berbagai kata dari bahasa lain, baik dari bahasa daerah dan bahasa asing. Kosa kata daerah dan kosa kata asing tersebut dapat berasal dari bahasa Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, dan Inggris. Pembahasan mengenai kata Pebruari dan frase akan di bahas dalam artikel ini.

Apakah sudah baku kata Pebruari yang sering terpampang dalam kalender setiap tahunnya. Yang baku yang sesungguh dalam bahasa Indonesia adalah Februari bukan Pebruari. Karena kata Februari merupakan serapan dari kata bahasa Belanda Februari, atau dari kata bahasa Inggris February. Perlu diperhatikan bahwa huruf konsonan [f] pada kata asing itu tidak berubah setelah kata tersebut di serap ke dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kata yang baku ialah Februari. Di samping ada penggantian huruf [f] dengan konsonan [p], kata Pebruari tidak baku karena kurang mencerminkan sikap kecendikiaan. Kata Februari berarti “bulan kedua dalam tahun Masehi”.

Sedangkan kata frase yang sering digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah juga harus ditinjau kebakuaanya. Berikut ini penjabaran kata yang baku yang seharusnya berkaitan dengan kata frase. Kata yang baku dalam bahasa Indonesia adalah frasa. Kata frasa merupakan serapan dari kata bahasa Belanda, phrase atau dari kata bahasa Inggris, phrase. Penyerapan tersebut dengan cara mengganti gabungan huruf konsonan [ph] dengan [f] dan mengganti huruf vokal [e] dengan huruf vokal [a], sehingga terbentuklah kata frasa. Hal ini mengingatkan kita kepada kata kurva sebagai kata baku merupakan serapan dari kata bahasa Inggris curve atau dari kata bahasa Belanda curve, kata metamorfosa sebagai kata baku merupakan serapan kata bahasa Belanda, metamorphose, dan kata adjektiva sebagai kata baku merupakan serapan dari kata bahasa Inggris adjective atau dari kata bahasa Belanda adjectief. Atas dasar pertimbangan itu, kata yang baku ialah frasa. Karena ada penggantian huruf [a] dengan huruf vocal [e], kata frase tidak baku. Kata frasa mengandung arti “gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif”.

Maka dapat diketahu bahwa yang baku dalam bahasa Indonesia adalah kata Februari dan frasa, bukan kata Pebruari dan frase. Semoga kita dapat selalu menggunakan dan belajar bahasa baku ini, sehingga kita dapat menggunakan bahasa dengan baik dan benar, baik bahasa lisan dan tulis. Sehingga pada akhirnya kita akan selalu terbiasa menggunakan bahasa tersebut dalam lingkungan akademik dan formal. Diharapkan hakikat dan derajat bahasa Indonesia semakin baik sebagai bahasa ilmiah dengan semakin banyak orang faham dan mengerti bahsa baku dalam bahasa Indonesia.

Erwan Kustriyono

Mahasiswa PBI Pascasarjana

UNS Surakarta

BAHASA ALAY

FENOMENA BAHASA “ALAY”

Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan tidak selamanya menuju ke arah yang positif, perkembangan itu juga bisa mengarah pada hal yang negatif pula. Beranekaragam bahasa setiap hari muncul di kalangan pemakai bahasa. Termasuk bahasa alay yang sering di  pakai dalam bahasa SMS (Short Message Service) dan di dunia maya yang berkaitan dengan FB (Face Book) atau FS (Friendster) maupun Chatting.

Penggunaan bahasa alay sering identik dengan anak gaul, maka tidak salah apabila bahasa alay juga sering diesbut dengan bahasa gaul. Bahasa ini berkembang pesat dikalang terbatas, dan apabila diperhatikan bahasa ini menjadi sangat rumit apabila kita tidak mengerti apa maksudnya. Bahasa alay merupakan bahasa atau tulisan yang menggabungkan antara tulisan atau huruf besar dan kecil, serta dikombinasikan dengan angka-angka yang menjadikan kata atau kalimat semakin sulit untuk dimengerti dan dipahami, tetapi dikomunitas anak pemakai bahasa alay bahasa atau tulisan ini akan sangat mudah mereka pahami. Adapun contoh dari bahasa alay adalah sebagai berikut “k4k, Entr pLn6 jM BrP4? M4 brn6 dn6″ (Kak, entar pulang jam berapa? mau bareng dong) dan P3s4n $1n6k4t B4h4s4 4l4y “ (pesan singkat bahasa alay).

Fenomena bahasa ini mengusik saya untuk mencoba membahas bahasa ini, jangan sampai bahasa-bahasa semacam ini, atau bahasa gaul atau bahasa tidak baku merusak kaidah bahasa Indonesia yang semakin lama semakin tertinggalkan dan dijauhi oleh generasi muda. Maka bahasa alay diharapkan jangan sampai merusak bahasa Indonesia yang memiliki sejarah yang sangat panjang dan sebagi identitas dan budaya bangsa Indonesia.

Bahaasa alay boleh digunakan sebagai alat komunikasi untuk kalangan tertentu saja. Asal tidak masuk dalam dunia pendidikan dan digunakan dalam dunia tulis menulsi yang baku. Serta jangan sampai digunakan dalam acara-acara resmi, sehingga penggunaan bahasa alay tidak merusak kaidah dan tata baku bahasa Indonesia. Sehingga penggunaan bahasa sesuai dengan tempat dan waktunya.

Menyelamatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan identitas bangsa Indonesia yang perlu dijaga dan dijunjung tinggi, maka setiap warga negara harus memiliki sikap semacam ini terhadap bahasa Indonesia. Dengan munculnya bahasa alay atau bahasa gaul, akan menambah khasanah bahasa di negara kita, namun jangan sampai bahasa-bahasa semacam ini merusak dan menggantikan bahasa Indonesia. Untuk kita kita sebagai masyarakat harus menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang telah berlaku, sehingga nilai-nilai yang ada di dalam bahasa Indonesia tetap terjaga.

Mari kita lestarikan bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar perkemabangan bahasa Indonesia sesuai dengan arah yang selalu maju dan psotif sehingga kekayaan khasanah bahasa kita semakin maju dan positif. Pemakaian dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar jangan sampai terkontaminasi bahasa-bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, sehingga bahasa Indonesia tetap lestari dan menjadi budaya bangsa yang tinggi nilainya serta menjadi identitas bangsa Indonesia.

Erwan Kustriyono (Mahasiswa PBI Pascasarjana UNS Surakarta)

belum ada ide…tolong dikasih ide dan gagasan untuk mengiasi blog ini dengan cerpen dan cerita-cerita yang unik..

saatnya merawat blog ini

sebentar lagi akan segera di up date data yang saya miliki yang terbaru. akan segera saya pebaiki, terima kasih…

selamat pagi kawan-kawan, ini blog baruku, tolong dikunjungi ya. makasih……………………..

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!